Apa itu CMMI ?
Capability Maturity Model
Integration (CMMI) merupakan suatu model pendekatan dalam penilaian skala
kematangan dan kemampuan sebuah organisasi perangkat lunak.
CMMI merupakan suatu pendekatan
perbaikan proses yang memberikan unsur-unsur penting proses efektif bagi
organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen
yang disebut model, yang masing-masing ditujukan untuk berbagai bidang yang
berbeda. Bidang CMMI terbagi 2:
- Development (pengembangan)
- Acquisition (akusisi)
Keuntungan CMMI :
Beberapa keuntungan yang diperoleh saat perusahaan menerapkan CMMI:
- Penilaian studi kualitas (assessing) atas proses
kematangan (maturity) terkini.
- Meningkatkan kualitas struktur organisasi dan
pemrosesan dengan mengikuti pendekatan best-practice.
- Digunakan dalam proses uji-kinerja (benchmarking)
dengan organisasi lainnya.
- Meningkatkan produktivitas dan menekan resiko
proyek.
- Menekan resiko dalam pengembangan perangkat lunak.
- Meningkatkan kepuasan pelanggan.
- Mempunyai fitur-fitur yang bersifat institusional,
yaitu komitmen, kemampuan untuk melakukan sesuatu, analisis dan pengukuran
serta verifikasi implementasi.
- Tersedianya “Road Map” untuk peningkatan lebih
lanjut.
1. Maturity level 1 – Initialized
Pada ML1 ini proses biasanya berbentuk ad hoc. Sukses pada level ini
didasarkan pada kerja keras dan kompetensi yang tinggi orang-orang yang ada di
dalam organisasi tersebut atau dapat juga dikatakan perusahaan ini belum
menjalankan tujuan dan sasaran yang telah didefinisikan oleh CMMI.
2. Maturity level 2 – Managed.
Pada ML2 ini sebuah organisasi telah mencapai seluruh specific dan
generic goals pada Level 2. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan dengan
proses-proses yang terjadi saling menyesuaikan diri agar dapat diambil
kebijakan. Setiap orang yang berada pada proses ini dapat mengakses sumber daya
yang cukup untuk mengerjakan tugas masing-masing. Setiap orang terlibat aktif
pada proses yang membutuhkan. Setiap aktivitas dan hasil pekerjaan berupa
memonitor, mengontrol, meninjau, serta mengevaluasi untuk menjaga kekonsistenan
pada deskripsi yang telah diberikan.
3. Maturity level 3 – Defined.
Pada ML3 ini sebuah organisasi telah mencapai seluruh specific dan
generic goals pada Level 2 dan Level 3. Proses dicirikan dengan terjadinya
penyesuaian dari kumpulan proses standar sebuah organisasi menurut
pedoman-pedoman pada organisasi tersebut, menyokong hasil kerja, mengukur, dan
proses menambah informasi lain menjadi milik organisasi.
4. Maturity level 4 – Quantitatively Managed.
Pada ML4 ini, sebuah organisasi telah mencapai seluruh specific dan
generic goals yang ada pada Level 2, 3, dan 4. Proses yang terjadi dapat
terkontrol dan ditambah menggunakan ukuran-ukuran dan taksiran kuantitatif.
Sasaran kuantitatif untuk kualitas dan kinerja proses ditetapkan dam digunakan
sebagai kreteria dalam manajemen proses.
5. Maturity level 5 – Optimizing.
Pada ML5 ini suatu organisasi telah mencapai seluruh specific dan
generic goals yang ada di Level 2, 3, 4, dan 5. ML5 fokus kepada peningkatan
proses secara berkesinambungan melalui inovasi teknologi.
Perbedaan CMMI dengan ISO :
Perbedaan CMMI dan ISO terletak pada ketelitiannya.
Bila kita ingin perusahaan kita mendapat sertifikasi ISO, perusahaan kita harus
memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang tertulis. Kemudian kita harus
membuktikan pada badan sertifikasi bahwa SOP tersebut kita jalankan dengan
baik. Apa saja yang kita tulis dalam SOP bebas terserah kita. ISO tidak
mengatur sampai ke tingkat itu.
Berbeda dengan CMMI, selain kita punya SOP, dia
punya aturan khusus tentang isi SOP. Misalnya, kalau kita melakukan analisa
kebutuhan (requirement gathering), ada beberapa aturan yang harus diikuti,
misalnya:
- Pernyataan kebutuhan user harus dicatat
- Pernyataan kebutuhan harus dikonfirmasi ke user
- Kebutuhan harus disetujui kedua pihak
- Kalau ada perubahan, harus dicatat
- Antara kebutuhan dan software yang dideliver, harus
bisa dilacak bolak-balik
Sumber :
http://degazrinaldo17.blogspot.com/2011/06/cmmi-capability-maturity-model.html
http://se-kanjuruhan.blogspot.com/2009/04/tugas-cmmi_24.html
http://stevanustanly.wordpress.com/2011/02/11/capability-maturity-model-integration-cmmi/
http://budi.staf.upi.edu/
http://budi.staf.upi.edu/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar